Sabtu, 02 Mei 2015

Konsep Lanskap Vertical Garden

VERTICAL GARDEN 


 Lanscap Taman vertikal garden
Taman vertikal Garden Daniel Mananta


Kelebihan Taman Vertikal Garden

Keterbatasan lahan, terutama di perkotaan, bukan alasan untuk tidak menyediakan taman atau ruang terbuka hijau. Solusi kreatifnya bisa menggunakan konsep vertical garden atau taman vertikal garden tegak.

VERTICAL garden taman vertikal garden merupakan konsep lanskap dengan tanaman yang disusun secara tegak lurus tanpa harus menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Konsep tersebut merupakan salah satu implikasi green design yang ramah lingkungan dan semakin populer digunakan di gedung perkantoran maupun hunian.

Dengan bentuk vertikal vertikal garden, luas area yang diperlukan sebagai taman vertikal garden  menjadi lebih kecil. Memiliki vertical garden / taman vertikal garden berdampak bagus untuk sebuah bangunan. Suhu bangunan jadi lebih sejuk serta mengurangi polusi. Selain itu, vertical garden / taman vertikal garden yang dibuat dengan artistik menambah sisi keindahan pada bangunan.

Di luar negeri, konsep taman vertikal garden  tersebut sudah menjadi tren sejak 1980-an. Salah seorang tokoh yang memopulerkannya adalah Patrick Blanc, ahli botani asal Prancis. Jauh sebelum itu, pada 1938 seorang profesor di bidang arsitektur landscape, Stanley Hart White, tercatat sebagai penemu sistem vertical garden / Taman tanam dinding.

Salah satu proyek Blanc yang terbilang wow terletak di jantung kota Paris, tepatnya di sudut Rue de la d'Aboukir. Wujudnya berupa taman tegak yang menyelimuti dinding seluas 2.700 meter persegi dengan tinggi 82 kaki atau 25 meter. Total taman vertikal garden yang digunakan mencapai 236 jenis.

’’It is a hymn to biodiversity (ini wujdu pujian bagi keragaman hayati, Red),’’ kata Blanc yang juga mendesain vertical garden pada Les Clayes sous Bois, Prancis, Miami Art Museum, serta gedung di padang pasir Saudi Arabia dan Bahrain.

Semakin booming sejak era 2000-an, green design / taman vertikal garden  menjadi tren hangat di seluruh dunia. Awalnya, vertical garden / taman vertikal garden diterapkan di gedung-gedung perkantoran dan instansi publik. ’’Dengan makin berkembangnya teknologi yang mempermudah pemasangan vertical garden / taman tanam dinding, konsep itu diaplikasikan pada hunian privat,’’ ujar Layaliya Bachir, desainer interior asal Jakarta.

Tidak ada ketentuan minimal luas dinding yang diperlukan untuk membuat taman vertikal garden. Penerapannya pun bisa dilakukan di dinding luar maupun bagian dalam rumah. Namun, yang menjadi perhatian, tanaman umumnya dapat tumbuh dengan baik jika mendapatkan sinar matahari yang cukup. Peletakannya bisa di bagian tengah atau spot yang menjadi point of view hunian untuk memancarkan keindahan alami. Dengan begitu, aliran udara di dalam rumah kian baik. Kualitas oksigen pun jadi meningkat.

Bagi presenter Daniel Mananta, view sangat penting taman vertikal garden untuk menciptakan ambience yang nyaman. Termasuk di hunian pribadinya. Rumah Daniel yang sebelumnya langsung menghadap laut. Di rumah yang sekarang, dinding di bagian belakang yang menjadi point of view dipercantik dengan konsep vertical garden taman. Dengan luas areal sekitar 15 meter persegi, Daniel memercayakannya kepada desainer taman untuk mengutak-atiknya hingga menghasilkan view yang segar.

Mengapa pilihannya vertical garden? Taman vertikal garden ’’Sebagai penyeimbang untuk menghilangkan kesan kaku dari hunian yang bergaya industrial loft,’’ ungkapnya. Ditambah lagi, vertical garden / taman tanam dinding  tampak artistik dan tidak biasa. ’’Lagi duduk minum kopi sambil ngelihatin taman yang ditanam di dinding, rasanya adem,’’ kata pemilik bisnis clothing Damn! I Love Indonesia itu. sumber Jawa pos 

Taman Tanam Dinding /Vertical Garden, Tren Baru Penghijauan Di Lahan Sempit

tanamdinding.blogspot.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tanaman hias yang sengaja disusun secara vertikal pada sebuah bidang tegak yang dikenal dengan vertical garden kini sedang tren. Tanaman hias yang awalnya kurang laku, kini jadi buruan dan berpotensi mendatangkan untung besar. Seperti apa geliat bisnis tanaman hias pasca- turunnya pamor Aglaonema, Anthurium maupun Adenium? 
Booming vertical garden yang mulai banyak ditemui di mal, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel dan beberapa kompleks perumahan elit memberi berkah bagi pebisnis tanaman hias. Betapa tidak, bisnis tanaman hias yang beberapa tahun belakangan ini tiarap kini kembali menggeliat. Menariknya tanaman hias yang dulunya dipandang sebelah mata seperti jenis semak, paku-pakuan kini banyak dicari untuk membuat vertical garden sebagai penghias dinding (wall), pembatas ruangan (border) maupun penutup suatu objek (screen).
Beberapa jenis tanaman epifit yang banyak digunakan sebagai penghias dinding di anataranya Tillandsia, Epipremnum, Kadaka dan Anggrek. Tanaman rumput, misalnya Zebrina Thai (rumput belang). Tanaman pot, yakni Lipstik Plant, Wali Songo Kedongdong Laut. Tanaman merambat/memanjat (climber plants), seperti Passiflora, Nona Makan Sirih dan Philodendron,Scindapsus (sirih Belanda), Peperomia dan Petunia.Sedangkan pendatang baru yang mulai diminati, yakni Tillandsia karena penataannya yang tanpa media tanam atau sarana lainnya sebagai tempat menempelnya tanaman membuat rangkaian vega(vertical garden) sangat ekonomis. Dengan akar yang serabut, perakaran tanaman ini cukup diikat pada jarring kawat tanpa menggunakan rockwool atau apapun.
Menurut Nizar Nasrullah, Pakar Tanaman Lanskap IPB, ke depannya prospek usaha berbagai jenis tanaman hias untuk penghias dinding cukup menjanjikan. Apalagi, banyak kantor, apartemen, hotel yang memanfaatkan vertical garden sebagai area hijau sehingga terlihat lebih asri. Rosana Harahap dari Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) juga mengatakan hal yang senada. “Jika gerakan green building sudah meluas maka vertical garden ini menjadi makin meluas. Artinya berbagai jenis tanaman hias akan kembali booming,” tambahnya. Sementara itu, Slamet Budiajo, Manager Operasioanl Gedong Ijo Nursery mengatakan untuk pelaku usaha vertical garden sendiri pelakunya masih belum banyak, sehingga minim persaiangan.
Nah, bagi Anda yang tertarik membuat vertical garden dengan berbagai jenis tanaman, berikut tipsnya:
Pilih tanaman yang akan digunakan yang disesuaikan apakah akan disimpan dalam ruangan atau luar ruangan. Jika untuk di dalam ruang, pilih tanaman berdaun pendek dan tak perlu banyak cahaya atau sumber cahaya bisa diganti dengan sinar lampu. Sedangkan jika akan disimpan di luar ruangan, Anda bisa menggunakan tanaman yang ukuran lebih besar, merambat sehingga terlihat alami dengan tanaman yang menjuntai
Buat pola sesuai keinginan dengan menata beberapa jenis tanaman dengan komposisi warna yang menarik (2-5 tanaman dan warna).
Pilih tanaman tahunan, akar serabut dan bisa hidup tanpa tanah (hidroponik)
Penulis : Riana
Editor : -


@jitunews: http://www.jitunews.com/read/3307/vertical-garden-tren-baru-penghijauan-di-lahan-sempit#ixzz3Yz6WI3dj 

Jumat, 01 Mei 2015

Taman Dinding (Vertical Garden) / Taman Tanaman Dinding ( Tren Rumah Minimalis)



TabloidNova.com Taman tanaman dinding atau taman vertikal adalah tanam dinding dan elemen taman lain, baik softscape maupun hardscape , yang disusun dalam bidang vertikal. Di dalamnya bisa berisi tanaman dinding dan elemen-elemen lain, semisal air terjun.

“Konsep tanaman dinding ini sekarang banyak dikembangkan di kota-kota besar, utamanya karena ruang terbuka hijau yang makin terbatas. Tembok-tembok rumah kini bisa dibuat menjadi tanaman taman dinding . Per meter persegi dinding bisa berisi 64 tanaman,” jelas Ir. Slamet Budiarto, praktisi dan konsultan VG dari Ciawi, Bogor.

Fungsi Taman tanam dinding sendiri tak ubahnya taman dinding pada umumnya. Ia memberi tambahan oksigen, ruang hijau, serta mengurangi suhu udara. Satu-satunya perbedaan adalah Taman tanam dinding  tidak berfungsi sebagai penahan erosi. Prinsip taman tanam dinding  mirip dengan hidroponik, yakni bertanam tanpa tanah.

Menurut Slamet, tiga prinsip utama kehidupan tanaman dinding adalah matahari, pupuk, dan air. Jadi, di manapun dan dengan cara apa pun, selama 3 hal ini ada, tanaman dinding bisa hidup. Bahkan di daerah yang tidak ada sinar matahari sekalipun, bisa diberikan matahari buatan dengan bantuan lampu.

Semua Jenis Tanaman Dinding
Media tanaman dinding harus dicari yang ringan, kuat, tapi tetap menyimpan air. Banyak media yang digunakan, dua di antaranya adalah nonwoven geotextile dan velt dari sabut kelapa. Velt sabut kelapa, yang dibuat dalam bentuk seperti papan dengan ukuran 50 cm dan tebal 30 cm, lebih unggul dalam hal menyimpan air. Komponen semuanya dari dalam negeri, sementara geotextile masih impor, sehingga lebih mahal.

Dalam hal ketahanan, geotextile lebih unggul. “Bisa tahan 15 tahun, sementara sabut kelapa berkisar 8 tahun karena berbahan organik yang bisa lapuk. Meski demikian, begitu akar sudah menjalin dengan sendirinya, maka ia akan menjadi media tersendiri sehingga lebih tahan lama,” jelas Slamet.

Untuk membuat taman vertikal / taman tanam dinding , jenis tanaman dindingnya bisa apa saja. Namun, meski semua jenis tanaman bisa ditanam untuk taman tanam dinding, tetap harus memerhatikan faktor lingkungan. Jika taman tanam dinding outdoor , sebaiknya pilih tanaman dinding yang outdoor , begitu pun untuk tanaman dinding yang indoor . Hindari tanaman merambat karena tumbuh liar kemana-mana dan usia dewasanya tinggi. Pilih tanaman dinding yang berjenis tanaman dinding semak dan bisa hidup bertahun-tahun.

“Sesuaikan juga dengan pola taman tanaman dinding. Kalau polanya liar, tanaman dinding  liar bisa jadi pilihan,” kata Slamet.

ilustrasi
Ilustrasi bahan vertical garden.
Berikut step by step membuat taman tanaman dinding:

1. Buat konstruksi
di bagian belakang (frame ) dengan rongga sekitar 7 cm dari tembok. Ini penting agar media tanam dinding tidak langsung berhubungan dengan tembok karena lembap. Ukuran frame sekitar 0,5 m x 1 m. Jika terlalu luas, misal 1 m x 1 m, karpet bisa melengkung di bagian tengah sehingga air yang jatuh tidak rata.

2. Setelah frame siap, taruh media tanam (geotextile atau velt sabut kelapa) dua lapis. Sobek lapisan depan dengan jarak 12 cm. Di antara lubang tadi, buatlah jahitan jelujur vertikal supaya media tanam-an dinding  tidak melorot ke bawah.

3. Karena ada jarak antar lubang, maka tidak semua media tanam dinding (karpet) langsung terkaver dengan tanaman. Seiring pertumbuhan tanaman, lama-lama karpet akan terkaver rata. Pilih tanaman yang seimbang antara tajuk dan akar. Jika tajuknya terlalu besar, daun akan layu dan jatuh, baru sebulan kemudian tumbuh dengan baik. Lebih baik pilih tanaman dinding yang lebih kecil tajuknya supaya akar cukup menopang daun sehingga daun tidak layu. Ini konsep kesimbangan tanaman dinding yang harus diketahui.

4. Masukkan tanaman ke dalam lubang yang sudah dibuat. Bisa menggunakan rockwool yang digulung, tapi bisa juga langsung. Yang penting tanaman dinding sudah punya akar yang bagus, tumbuh baik di polybag , media bagus (remah dan banyak rongga). Masukkan sebagian media di polybag ke dalam lubang. Ini justru akan membuat akar tidak terlalu terganggu sehingga tanaman dinding tidak butuh aklimatisasi atau adaptasi yang lama.

5. Pengairan menggunakan sistem drip irigasi. Idealnya, pipa pengairan berjarak 3 meter dari atas. Dengan menggunakan timer otomatis, waktu penyiraman bisa disetel, misalnya 5 kali sehari, masing-masing selama 2 menit. Gunakan nosel sebagai pressure regulator supaya tekanan air sama sehingga kucurannya rata. Tetesan air bisa langsung ke tanah atau didaur ulang kembali ke atas. Jangan lupa, tempatkan tanaman dinding yang tahan kering di bagian atas, dan tanaman basah di bawah.

Pemupukan Otomatis
Perhatikan beberapa hal berikut pada saat membuat taman vertikal:

* Seperti apa pun panasnya, biasanya tanaman dinding hanya mendapat sinar matahari selama setengah hari karena arah gerak matahari. Akibatnya, ada masa ketika tanaman dinding terlihat tidak subur karena taman tanam dinding tidak mendapat sinar matahari full seharian.

* Pemupukan bisa dilakukan secara otomatis. Caranya, campurkan pupuk ke dalam tandon air. Lakukan seminggu sekali.

* Pemangkasan bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali, khususnya untuk taman tanam dinding berpola tertentu.

* Cek nosel setiap 6 bulan sekali. Begitupun filter sebaiknya diperiksa secara periodik. Bersihkan 2 minggu sekali jika kualitas airnya bagus.

Link  :Taman Vertikal Sederhana Vertikal Garden IndonesiaTaman Vertikal Murah
 Taman Vertikal IndonesiaGinseng MerahKatak-Lembu,  Vertikal Garden Jakarta,  TERRARIUM,  Contoh Gambar  FacebookGoogle Berita 
Gambar Gratis di disini http://www.google.com/advanced_image_search